Sabtu, 18 Maret 2017
Aliran Rasa || Bunda Sayang || Melatih Kemandirian
Mengajarkan sikap mandiri pada anak memang tidak bisa dilakukan secara instan. Dalam hal ini membutuhkan proses dan teknik yang berkualitas. Disamping itu, mengajarkan kemandirian anak usia dini membutuhkan kesabaran.
Sikap mandiri sebaiknya diajarkan sejak usia 2 atau 3 tahun karena pada usia tersebut bisa dibilang pondasi atas sikap yang kelak dibawa hingga dewasa.
Melatih kemandirian pada anak usia dini bisa dilakukan dengan membiasakan melakukan kegiatan-kegiatan kecil yang bersifat sederhana.
Jumat, 10 Maret 2017
Kemandirian 1
Melatih Kemandirian 1.
Hari ini kami ingin melatih kemandirian anak sulung kami. Fatih namanya. Fatih masih berusia 15 bulan dan sudah punya adik bayi. Pada usianya yg ke 6 bulan, saya hamil anak kedua. Hingga akhirnya asi dibantu dg sufor. Setelah nak kedua lahir, sya ingin memberikan ASI lg. Sayangnya karena sudah ketergantungan dg DOT, susah untuk.mnghilngkn kebiasaan tersebut. Berimbas pada makanan yg dikonsumsi dan lebih banyak minum sufor.
Kemandirian 2
Melatih kemandirian 2
Hari ini adalah hari pertama kami memulai menyapih kakak. Minum susu dengan gelas dan tanpa DOT.
Dan sungguh.. hari pertama ini begitu berat, karena tidak hanya meringis saja, tapi menangis dan gulung2 di lantai. Tapi dg tenang tenang tetap kami berikan sounding. Minumnya pakai susu di gelas ya dek. Sembari kami sodorkan gelas yg didalamnya di isi susu. Sementara cemilan yg dimakan kami berikan mangkuk plastik dan tidak disuapi.
Kemandirian 3
Melatih kemandirian 3
Ini adalah hari ketiga, rengekan meminta botol susu agak mereda. Dan merengek meminta susu.akhirnya saya buatkan susu di gelas setiap pagi, siang, sore, dan malam. Dan jika biasanya setelah makan selalu minum susu, kini kami biasakan minum air putih di gelas.
Awalnya sering tersedak. Akhirnya kami ubah dengan menggunakan. Sedotan. Alhasil progres hati ketiga memang sudah berkurang rengekan minta DOT,tetapi saat tidur masih blum bisa menghilangkan rengekan. Itu.
Kemandirian 4
Melatih kemandirian 4
Hari ke empat adalah hari cukup menyenangkan bagi saya. Kini si kakak sudah mulai terbiasa minum susu tanpa DOT. Memang minumnya tidak banyak seperti biasanya. Jika biasanya sampai 6 botol perhari, kini hanya 3 gelas perhari. Dan pelariannya ke makanan atau camilan. Camilan yang dimakan cukup banyak. Sehingga kami menyiapkan camilan untuk esok hari sebagi persiapan. Sayangnya, ketika meminta makanan, si kakak tidak menyampaikan lagi dg kata *maem* tapi menangis. Setelah diberi makan baru diam dan semyum2. Begitu juga minum, yg biasanya bilang *mikmik*, hanya menangis saja. Saya sudah mulai berpikir strategi. Saya sounding ulang dalam 1 hari ini, "mas, kali makan, bilang Maman ya", sambil saya memegang Snack atau piring berisi nasi.
Kemandirian 5
Melatih kemandirian ke lima
Hari kelima sepertinya sudah menjadi hal biasa bagi kakak minum susu tanpa dot. Dia tidak lagi mencari botol susunya, tetapi mencari makanan. Dengan kata lain, ini adalah hari kedua saya mengajari anak saya minum air putih di gelas sendiri dan maem pakai mangkuk sendiri. Selain itu, tidak lepas dari mengajarkan untuk mengucapkan kata maem dan mimik ketika akan meminta makan dan minum.
Pagi saya berikan nasi dalam mangkuk. Secara motorik kasar kakak bisa makan tanpa sendok, tapi menggunakan sendok. Namun jika menggunakan sendok, tumpah semua k lantai. Begitu jg dengan minum, air yg dipegang sendiri tumpah ke seluruh baju. Iya Ok dear, Qt lagi belajar... ,🌸
Melatih kemandirian 6
Melatih kemandirian 6.
Alhamdulillah, sudah hampir satu Minggu, si kakak tidak meminta dot. Tidurnya pun tenang, tidak menangis ketika tengah malam. Dan setiap pagi saat makan, makan sendiri tanpa sendok. Tapi jika pkai kuah, pkai sendok, kembali tumpah llg. Dengan sabar kami ajari si kakak. Tetapi tetap saja tumpah. Suami yg menghela napas panjang, saya nasihati jga agar lebih sabar. Maklum, suami suka sesuatu yg bersih.
Kemandirian 7
Kemandirian 7.
Seminggu sudah kami memberikan treatment minum susu tanpa botol dan dot. Memang perlu pembiasaan. Alhamdulillah sudah terbebas dari botol dan dot, dan kini sudah mulai lancar minum air di gelas meski dikit-dikit tumpah. Begitu juga makanan ringan. Anak lebih mandiri dan lebih suka makan tanpa dot. Kini saya beralih untuk fokus mmberikan pengarahan untuk mnyampaikn keinginan keinginan makan dan minum tanpa menangis. Setiap hari saya sounding anak saya agar klo mimik bilang mimik. Jika mau maem, bilang maem. Memang belum mau bilang, tpi setidaknya sudah nunjuk3 kulkas dan tempat makanan. Progres itu butuh kesabaran.
Melatih kemandirian 8
Kemandirian. 8.
Tetap saja hari ini si kakak mnunjuk2 tempat makan, jika lapar. Beruntungnya kakak sudah mulai bilang mikmik aja. Paling tidak saya tahu apa yg diinginkan. Yah, minum air putih. Dan saat ini minumnya sudah tidak mau dipegangi lagi sama bundanya. Tpi dipegang sendiri. Yah, anak saya sudah mulai belajar mandiri. Tpi terkadang tetap saja saya sebagai ibu was2 karena tumpahan air akan membuatnya terpeleset.
Melatih kemandirian 9
Kemandirian 9.
Hari kesembilan, semuanya sudah mulai mudah bagi saya.setidaknya ada progres dari kakak. Jika makan masih tetap mnunjuk2 kulkas, sekarang ditambah lagi ngambil mangkuk plastik sendiri di rak dapur. Tidak lupa bilang Mam.. nanam.. mamm..
Saya suka itu...
Melatih kemandirian 19
Hari ke 10,
Memang selama 2pekan ini saya melatih kakak untuk minum tanpa dot, sounding minim gelas, makan dan minum sendiri. Diawali dengan proses rengekan tangis yg membuat saya dan ayahnya tidak tega. Tapi tetap kami lakukan. Demi kebaikan. Awalnya susuah, tapi dengan kesabaran, sedikit demi sedikit terlihat hasil, sekalipun prosesnya bagi saya cukup bikin lelah,, ya.. tumpahan2 air dan makanan di lantai membuat saya harus ngepel berkali-kali. Trrmasih digigit semut merah.. tpi itu cukup menyenangkan..
Melatih kemandirian 1
Melatih Kemandirian 1.
Hari ini kami ingin melatih kemandirian anak sulung kami. Fatih namanya. Fatih masih berusia 15 bulan dan sudah punya adik bayi. Pada usianya yg ke 6 bulan, saya hamil anak kedua. Hingga akhirnya asi dibantu dg sufor. Setelah nak kedua lahir, sya ingin memberikan ASI lg. Sayangnya karena sudah ketergantungan dg DOT, susah untuk.mnghilngkn kebiasaan tersebut. Berimbas pada makanan yg dikonsumsi dan lebih banyak minum sufor.
Langganan:
Komentar (Atom)