Minggu, 12 Februari 2012

IMANku: Bukan Iman Sesaat

Manusia yang hidup tanpa iman ibarat bulu yang melayang oleh hembusan angin. Ia tidak pernah tetap dan tenang, melainkan terus melayang kesana kemari sesuai dengan arah mata angin yang membawanya. Orang yang tanpa iman tidak akan memiliki arti maupun akar yang mengokohkannya. Ia menjadi manusia yang selalu gelisah, resah, dan serba bingung, karena tidak mengerti jati diri dan hakekat keberadaannya di dunia ini. Ia tidak tahu siapa yang telah memberinya kehidupan dan apa tujuannya? Dan, mengapa Dia mengambilnya setelah beberapa saat?



Orang yg tidak memiliki iman, hatinya tidak mengerti, telinganya tidak mendengar, dan matanya tidak melihat. Masyarakat yang tidak memiliki iman, adalah masyarakat rimba, meskipun berhasil membangun beberapa sisi peradaban namun kehidupan di sana dikuasai oleh siapa yang lebih kuat, bukan siapa yang lebih baik dan lebih bertakwa. Mereka adalah masyarakat yang menderita meski dengan banyak fasilitas kesenangan dan kesejahteraan.

Sesungguhnya imanlah yang dapat merubah kegelapan yang pekat menjadi cahaya terang benderang, merubah hati yang mati menjadi hidup, merubah kehidupan hamba sahaya menjadi tokoh-tokoh terkemuka, dan merubah orang-orang yang lemah menjadi pemimpin besar.

Oleh sebab itu, masyarakat mana pun tidak akan bisa bangkit dari keterpurukan, mencapai kekuatan setelah terjerembab dalam kelemahan, dan bangun dari kejatuhan, kecuali jika iman telah menyentuh lubuk hati kita yang aling dalam.
Kita semua tahu bahwa menghancurkan gunung, atau menyuling air nil, atau merubah benda-benda besar di bumi ini, jauh lebih mudah daripada merubah hati dan pikiran. akan tetapi, iman merupakan satu-satunya unsur yang dapat membimbing perubahan hati dan menerangi pikiran. Iman kepada Allah Yang Maha Esa adalah sesuatu yang dapat menciptakan karya-karya luar biasa dan merubah sifat dan perilaku manusia dari masa ke masa. Jika kita masih bertemu dengan orang bergelimang dengan kejahiliyahan, lalu bertemu dengannya kembali setelah masuk & paham Islam, atau setelah bertaubat(jika sebelumnya dia seorang muslim yang bermaksiat), maka kita akan menemukan sosok manusia baru. Seakan-akan Allah telah menghidupkannya setelah mati.

^_^

----35 Shiroh Shahabiyyah----

Tidak ada komentar:

Posting Komentar